Senin, 23 Februari 2015



BADAI BELUM BERLALU
Waktu terus saja berlalu, berjalan sesuai dengan kodratnya, tanpa kompromi, tanpa belas kasih.
Hari ini apa yang telah aku capai?
Hari ini apa yang telah kita capai?
Mampukah aku, kita berjalan seiring detik waktu yang terus berlalu?
Waktu tidak akan peduli dengan itu.
Dan sampai dengan hari ini 24 Februari 2015 badai belum berlalu, meskipun hari ini adalah hari baru di tahun yang baru. Gelombang masih saja terus menerjang mengombang-ambingkan pantai hati seorang Ar Royan, yang tidak lain adalah diriku sendiri.
Gelombang masih saja terus mencoba merobohkan keyakinan yang aku pikul sendiri, keyakinan bahwa aku telah berada di lahan yang benar. Keyakinan bahwa saat ini aku telah menanam bibit unggulan yang benar hingga suatu saat nanti tiba masa bagiku untuk menanen panenan yang melimpah lagi mulia.
Tiada hari tanpa kebimbangan, tiada hari tanpa kegelisahan, hati terus bertanya mampukah aku terus menggenggam keyakinan ini?
Sampai pada suatu hari aku menyadari bahwa aku telah menyiksa diriku dengan kebimbangan dan kegelisahan yang sia-sia.
Bila Allah tujuanku, bila Allah alasanku dari setiap pilihan dan tindakanku maka tidak seharusnya aku ragu terhadap diriku sendiri. Aku pasti bisa…! Sebab Allah akan menolongku sebagaimana janjinya, “barang siapa menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya & meneguhkan kedudukannya .” (QS. Muhammad ayat 7).
Meskipun badai belum berlalu, meskipun harus aku tempuhi jalan ini sendiri tapi aku percaya ini akan berakhir dengan indah. Aku percaya dengan cara yang ajaib dan penuh dengan keindahan Allah akan mengirimkan orang-orang mulia untuk membersamaiku di perjuangan ini suatu hari nanti. 

“Hidup ini adalah perlombaan pewaris kebajikan, kemenangan sejati adalah kebahagiaan setelah kematian.”

Sebuah kalimat sederahana yang aku dengar dari seorang penggerak dan pendiri  lembaga philantrhopi itu akan menjelma menjadi seorang sahabat sejati yang akan selalu mendorongku untuk tetap semangat dalam memegang teguh keyakinanku, hingga aku bisa terus berjuang di jalan lahan yang benar dengan bibit unggul yang benar yang telah aku tanam.