Senin, 30 Mei 2016



SUDAH CUKUP, AKHIRI SAJA……..

Cinta…….
Cinta adalah karunia terbesar dari Allah untuk hambaNya. Saat cinta itu ada, tumbuh dan berkembang bebas dalam hati seseorang maka segalanya terlihat begitu sempurna, begitu indah dan begitu berwarna.
Kemudian kebahagian dan keindahan cinta tersebut akan  memberikan energi positif bagi orang-orang disekelilingnya, ketika cinta yang sama telah tumbuh dan berkembang pada dua hati. Keduanya dipertemukan dan dipersatukan secara ajaib. Yah…..Allah memang selalu memiliki cara ajaib untuk membuat hambaNya bahagia.
Setimpal dengan kebahagiaan yang diterima, dalam cinta seseorang juga akan terluka dengan luka yang tidak biasa. Semakin sempurna kebahagiaan yang diperoleh dari cintanya maka semakin sempurna pula kesakitan dan luka yang akan dirasakan. Itu sudah menjadi ketetapan Allah yang tidak bisa kita ubah.
Seperti yang di alami sahabatku. Ia tampak begitu sedih dan kecewa. Wanita yang dicintainya, yang dikaguminya tidak mau menjadi pendamping hidupnya.
Bukan karena sahabatku kurang tampan atau kurang baik. Secara fisik sahabatku normal sebagaimana laki-laki pada umumnya. Dan untuk sikap sendiri dia adalah pribadi yang santun, rendah hati, suka menolong dan sangat menyenangkan.
Wanita itu menolak cinta sahabatku yang begitu tulus dengan alasan yang menurutku……….entahlah kata apa yang tepat untuk menyebutnya.
Wanita itu tidak mau menerima cinta sahabatku karena ia hanyalah seorang pemuda biasa, bukan seorang PNS. Wanita itu begitu khawatir tentang kehidupannya di masa depan. Ia juga tidak mau jika kelak ia punya anak, anaknya memiliki ayah yang hanya lulusan SMA. Sungguh ia begitu detil memikirkan soal reputasinya dihadapan manusia.
Tapi bukan sahabatku kalau menyerah begitu saja. Dengan setulus hati ia mencoba menjelaskan kepada si wanita bahwa kehidupannya kelak akan berusaha ia penuhi dengan baik. Sahabatku bukanlah laki yang mengambil keputusan tanpa rencana dan persiapan yang matang. Sahabatku bukanlah seorang pengangguran. Bahkan saat ini ia tengah merintis usaha konveksi dan distro.
Tapi rasa khawatir si wanita terlalu besar sehingga ketulusan cinta sahabatku tidak di sadari olehnya.  Si wanita begitu risau dengan masa depannya, mulai dari soal terjamin dan tidaknya hidupnya nanti. Sampai soal latar pendidikanpun begitu membenani pikirannya.
Sedihnya dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan si wanita. Karena biar bagaimanapun memiliki pasangan seorang PNS itu memang tidak perlu was-was soal ekonomi. Asal si suami tidak macam-macam bin aneh-aneh gaji dan tunjangan bakalan lancar setiap bulannya. Dan soal latar belakang pendidikan, memang seorang wanita  akan lebih percaya diri ketika mengenalkan suaminya atau ayah dari anaknya seorang yang berpendidikan tinggi katakan sarjana. Sedihnya lagi adalah bisa jadi ia juga memiliki alasan yang lain. Sebab setelah sempat yakin tiba-tiba ia ragu dan memutuskan hubungan begitu saja, tanpa memberikan alasan dan penjelasan.  Wawallah huallam, hanya Allah yang tahu.
Tapi……tapi ni ya…….memangnya hidup ini kita yang ngatur? Roda itu kan berputar. Bahkan mendungpun tidak selalu berarti hujan. Maksudnya adalah tidak ada kepastian dalam hidup ini. Saat kita terlahir di dunia ini skenario hidup kita telah selesai ditulis sang pencipta di kitab Lauh Mahfudz.
Menikah dengan seorang PNS atau dengan seorang yang sangat mapan pun itu tidak akan menjamin bahwa kehidupan kita ke depannya akan baik-baik saja. Karena yang namanya ujian itu bakalan terus menghampiri hidup manusia selagi ia masih bernafas. Dan yang namanya ujian itu wujudnya macem-macem, mulai dari bangkrut, kebakaran, kena tipu, kematian sampai perceraian dan pengkhianatan.
Jadi kenapa kita harus hidup dengan ideologi semacam itu?
“Harus menikah dengan  seorang PNS”
“Harus menikah dengan konglomerat”
“Harus menikah dengan keturuan raja”
Dan harus, harus, harus yang lain…….
Kenapa harus hidup dengan ideologi semacam itu? Kalau pada akhirnya itu semua tidak bisa menjadi jaminan keabadian kebahagiaan kita ke depannya. Terus kalau seandainya sampai tua tidak juga menemukan pasangan yang sesuai dengan kriteria, terus tidak akan menikah? Memilih menjadi tua, renta dan kesepian seorang diri?
Maaf jika mungkin terlalu kasar……tapi aku seperti itu bukan karena marah hanya saja aku belum bisa memahami pola pikir semacam itu.
Bukankah untuk menghadapi kehidupan yang dipenuhi dengan ketidakpastian ini yang kita butuhkan hanyalah orang yang bisa memahami kurangnya kita? Orang yang bisa menutup kelemahan kita dengan kelebihannya? Orang yang kuat menghadapi badai sekencang apapun,orang yang tidak akan pernah menyerah dan selalu siap berjuang dan bekerja keras untuk kebahagiaan kita? Orang yang selalu sabar dan santun kepada kita, keluarga kita dan orang di sekeliling kita?
Bukankah hanya orang seperti itu yang kita butuhkan?
Kita tidak butuh apakah dia seorang yang tampan atau tidak? Kita tidak butuh apakah dia seorang keturunan ningrat atau bukan? Kita juga tidak butuh apakah dia seorang yang berpendidikan tinggi atau bukan? Bagaimana jika ia tidak bersekolah karena keadaan ekonomi keluarganya?
Lagi pula sukses tidak hanya milik mereka yang berpendidikan tinggi. Sukses adalah milik siapa saja yang mau bekerja keras dan tidak pernah menyerah. Terbuktikan banyak pengusaha kaya yang bahkan lulus SD saja tidak.
Karena kebahagiaan bukan hanya soal terjaminnya semua kebutuhan kita tetapi kebahagiaan adalah soal kenyamanan, soal hidup bersama dengan orang yang bisa memahami kita, sabar menghadapi kita dan tidak pernah menyerah dengan kita.
Dan kehormatan serta derajat seseorang tidak bergantung pada tinggi rendahnya pendidikan. Seseorang dihormati karena jasanya, karena karyanya, karena sikapnya yang selalu menghargai orang lain. Setinggi apapun pendidikanmu, setinggi apapun jabatanmu jika kamu adalah orang yang berperangai buruk, jika kamu adalah orang yang tidak bisa menghargai orang lain. Maka orang akan ringan menggunakan lidahnya untuk menghinamu.
Jadi maksud dari tulisan ini adalah mari kita mengambil hikmah dari sebuah kejadian di atas. Jangan bicara cinta jika itu masih soal status dan strata. Status dan strata tidak akan menyelamatkan kehidupan kita di masa mendatang baik di dunia dan akhirat. Jangan bicara cinta jika itu masih dipenuhi dengan syarat duniawi yang tidak masuk akal.
Rezeki, jodoh dan maut itu sudah di atur tugas kita itu hanya berusaha dan berdoa. Jangan membuat standar atau prasyarat yang membuatmu menjadi sulit merasa bahagia. Jangan membuat standar atau prasyarat yang membuatmu tidak bisa melihat ketulusan cinta dan kemuliaan akhlak seseorang.
Sudah cukup akhiri saja kesedihan karena cinta tak terbalas. Karena jika kamu gagal memilikinya itu berarti Allah sudah menyiapkan orang yang lebih baik dari dia.
Sudah cukup akhir saja semua kekhawatiran soal masa depan dengan standar-standar dan prasyarat duniawi. Dunia ini tidak akan pernah memuasakanmu. Rasa syukur dan kerja keras dengan  iringan doalah yang akan membahagiakanmu dengan pasanganmu.
Sudah cukup akhiri saja….
Bersedihlah untuk orang yang tepat, menagislah untuk orang yang tepat. Jangan memaksakan pemahaman kepada orang yang sebenarnya mendengarkannya saja tidak mau. Lanjutkan hidupmu dengan kesyukuran, kerja keras, doa dan ketaatan.

Sepenggal coretan yang terinpirasi dari kisah sahabat…..

Rabu, 25 Mei 2016



Lagi-lagi Soal Cinta

Tidak ku sangka melupakanmu adalah hal sulit untuk aku lakukan. Semakin keras aku mencoba untuk melupakanmu bayangmu justru semakin nyata bagiku. Aku tidak paham dengan ini.....
Memangnya siapa kamu sampai kamu mencuri fokus hidupku. Kamu bukanlah sosok yang sering berkomunkasi denganku. Kamu juga bukan sosok yang sering membuatku tertawa dan merasa bahagia dengan hal-hal kecil. Kamu hanya orang yang datang ketika kamu membutuhkanku. Karena kamu memiliki keresahan, kebingungan dan kegalauan. Aku tidak marah dan aku juga tidak membencimu. Aku tidak masalah jika kamu hanya mendatangiku saat kamu butuh. Karena aku masih memiliki banyak teman dan kegiatan yang membuatku merasa bahagia dan bisa sangat menikmati hidup. Benar-benar sikapmu yang demikian itu tidak masalah bagiku.
Tetapi yang jadi masalah sekarang kenapa kamu selalu muncul dalam pikiranku, imajinasiku. Kenapa kamu selalu memenuhi hatiku? Itu masalahnya, itu. Sejak pertama bertemu sampai akhirnya kita berteman selama kurang lebih 7 tahun aku merasa biasa saja denganmu. Tidak ada hal yang membuatku tertarik atau kagum kepadamu. Tetapi kenapa sekarang kamu mendominasi pikiran dan perasaanku.
Bagaimana rasa cinta dan rasa ingin memiliki itu bisa masuk dan membajak hati dan pikiranku? Bagaimana?
Aku benar-benar tidak beruntung, sekalinya aku jatuh cinta harus jatuh pada hati yang selama tujuh tahun berjuang mati-matian mengejar cinta seorang wanita yang tidak lain adalah sahabatku sendiri.
Kekuatan apa yang sebenarnya yang dimiliki cinta sampai-sampai ia bisa membuatku tersiksa seperti ini. Padahal sudah 6 tahun kita tidak bertemu. Dan kamu tidak pernah menghubungi kecuali untuk minta saran, solusi dan informasi. Dan itupun tidak setiap hari. Kenapa aku bisa jatuh cinta dengan kamu.....kamu yang sangat mencintai sahabatku? Kenapa aku bisa kecolongan seperti ini?
Sudah.....tidak ada gunanya kamu marah-marah seperti itu. Yang dengerin cuman ombak pantai yang sejak tadi sibuk berkejar-kejaran. Percaya deh marah-marahmu barusan tidak menyelesaikan apapun. Cuman bikin kamu capek aja. Kataku sambil menepuk pelan bahu sahabatku. Perlahan lengkungan bulan sabit terlihat dari raut wajahnya yang cantik. Nah.....senyum gitukan lebih cantik.
Sini duduk, mungkin aku punya sedikit kata ajaib yang bisa menenangkan pikiranmu.
“Cinta......cinta itu bukan milik manusia. Sebab cinta itu adalah anugerah dari Allah. Ia bisa datang dan juga pergi kapan saja. Itulah mengapa kita tidak boleh mencintai atau membenci orang secara berlebihan. Sebab bisa jadi keadaankan akan berbalik. Cinta jadi musuh, musuh jadi cinta.”
Kita tidak berkuasa mengatur cinta, kita hanya bisa memperjuangkannya dan menjaganya. Bila menurutmu cintamu saat ini tidak pantas untuk kamu perjuangkan maka relakanlah. Lepaskan ia secara perlahan, tidak perlu kamu sibuk mencari tahu bagaimana cinta itu bisa masuk ke dalam hatimu. Tidak perlu kamu sibuk mencari tahu kenapa dia orang yang terpilih untuk kamu cintai. Karena kita tidak punya kuasa untuk mengatur kepada siapa kita akan jatuh cinta. Karena untuk jatuh cinta pada seseorang kamu tidak butuh alasan. Seperti kataku tadi, “Cinta”  adalah anugerah, ketika itu dianugerahkan kepadamu maka saat itulah kamu akan jatuh cinta. Tanpa peduli siapa dia.
Yang terpenting adalah ketika cinta itu dianugerahkan kepadamu tetaplah bijaksana dan dewasa dalam menaggapi dan menjalaninya. Tidak benar jika orang bilang bahwa cinta itu buta dalam tanda kutip itu adalah pernyataan yang negatif.
Sobat cinta itu memang tidak punya mata, dan siapapun yang tidak punya mata itu berarti ia buta, ia tidak bisa melihat. Dan menurutku karena itulah cinta diturunkan, dianugerahkan kepada manusia. Sebab manusia memiliki hati, hati kitalah yang bisa menjadi mata untuk cinta itu.
Maka berikanlah ia mata yang bijaksana, mata yang tetap bisa mengendalikan dirinya, mata yang mampu menyikapi segala sesuatunya dengan dewasa. Kamu tahukan sering kali orang terlena ketika ia mendapatkan apa yang diinginkan.
Jadi jangan biarkan cinta dalam hatimu itu terlena dengan keindahan semata tanpa memperhatikan dan memperdulikan orang-orang disekelilingmu. Jaga hatimu, latih hatimu, kendalikan hatimu. Agar kelak jika cinta itu datang lagi pada orang yang tepat ia bisa menjadi mata yang bijak dan dewasa untuk cinta itu. Sehingga cintamu dan cinta orang yang terpilih untukmu dapat memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya. Kebahagiaan yang tidak merusak hidupmu, masa depanmu, hidup dan juga masa depan orang-orang di sekelilingmu.
Hhmmzzz........menghela nafas panjang.
Kamu benar sobat, terimakasih karena telah menyadarkanku......
Sama-sama...
Sekarang mari kita nikmati suasan sunset pantai Sepanjang sore ini.......
Aku pun mengangguk sambil melempar semnyum.
***
Aku tahu apa yang sedang dirasakan sahabatku, tapi aku juga tidak bisa berbuat banyak. Cinta memang selalu seperti itu. Rumit dan tidak bisa dipahami dengan logika. Aku yakin suatu hari nanti kamu akan bahagia dengan cinta yang lain, yang lebih indah, lebih sempurna dan dengan orang yang tepat.
Memorial in Sepanjang beach with my sweet friend......

Kamis, 12 Mei 2016



Coretan Sore.......
Setuju tak kalau hidup itu penuh dengan kejutan. Banyak hal tak terduga entah senang atau sedih tiba-tiba datang  menghampiri hidup kita dan mengubah segalanya. Ada yang tiba-tiba dapat rezeki nomplok, ada yang tiba-tiba sial, ada yang tiba-tiba ditawarin jodoh ada juga yang tiba-tiba ditinggalin orang yang paling disayang.
Kalau udah kaya gitu lalu apa sich sebenarnya yang paling penting dalam hidup ini? Karena ni ya....kita udah capek-capek nyusun strategi dan rencana masih saja terkadang semua berjalan tidak sesuai rencana. Kita tidak pernah menjamin hasil akhirnya. Tapi kalau jalan terus tanpa rencana dan persiapan bisa kena sial bin malang abis-abisan. Ya walaupun terkadang ada juga yang asal-asalan tapi endingnya tetep happy karena malaikat penolong selalu menyertai.
Hmmttt.....pada pusing bin bingung nggak.....?
Kalau iya sama......hehehehe
Tapi ni ya aku punya sedikit pemahaman yang mungkin bisa mengobati sedikit kebingungan yang sedang melanda sobat-sobat semua. Kenapa kita tidak pernah bisa menjamin hasil akhir dari usaha atau perjalanan kita? Jawabannya cukup simple  “karena itulah cara Allah membuat hidup kita lebih berwarna”.
Kira-kira bosan nggak sich kalau setiap nge-game atau  setiap ngerjain soal selalu dapat kita selesai dengan mudah. Yaitu cukup dengan perencanaan yang matang?
Pasti bosankan?
Entahlah pertanyaan itu nyambung atau tidak dengan apa yang sedang kita obrolin ini...hehehe maaf
Yang jelas pada dasarnya manusia itu tidak akan puas dengan satu kebahagiaan. Pada dasarnya manusia itu begitu rakus dengan kebahagiaan....upssst maaf kalau bahasa sedikit kasar. Maafin ya.....
Untuk dapat merasakan banyak hal maka manusia harus hidup diluar kendalinya. Manusia harus banyak melewati rintangan dan kesakitan. Sebab adanya kebahagiaan itu sendiri karena ada rasa sakit sebelumnya. Adanya kebahagiaan itu karena adanya rasa gelisah sebelumnya.
Jadi.....buat sobat-sobat semua hindari itu yang namanya GALAU tak berujung. Tidak perlu galau dengan hidup ini. Allah tidak pernah peduli wajahmu tampanmu, wajah cantikmu. Allah juga tidak peduli kamu populer atau tidak. Allah tidak pernah peduli seberapa banyak kamu gagal atau ditolak cewek.  Allah hanya peduli bagaimana kamu memaknai setiap kejadian dalam hidupmu.
Akhir indah itu selalu Allah ciptakan untuk hamba-hambanya. Kalau toh pada akhirnya tidak indah itu pasti karena kesalahan manusia itu sendiri. Yang malas, pandai protes, usaha nol dan kerjaan ngeluuuh terus.
Setiap orang punya masa sedih dalam hidupnya, punya masa gagal dalam perjalanan menuju suksesnya. Jadi tidak perlu malu, minder apalagi sampai putus asa. Buang semua kegalauan yang menghalangi langkahmu untuk bergerak maju.
Percayalah sobat.....hidup itu hanya soal mensyukuri, menjalani dan menikmati. Dengan begitu kamu akan menemukan cara untuk memaknai hidup ini dengan indah dan terhormat.