Jalan untuk meraih mimpi memang tak selalu lurus
Terkadang ada kerikil dan badai yang menghadang
Yang memaksa langkah kaki kita untuk beralih
Beralih dari jalan yang telah kita impikan dan kita rencanakan sebelumya dengan penuh kemantapan
Kemantapan bahwa kita akan mampu menempuhi jalan lurus ini untuk bisa membuka pintu gerbang impian kita.
Saat kita dijalan yang baru akan muncul seribu tanya
Mengapa aku harus disini?
Mengapa aku tak bisa menuju akhir jalanku?
Mengapa jalanku harus berkelok ?
Mengapa aku tak bisa membuka gerbang impianku sementara kunci ada didalam genggaman ku?
Dan seribu mengapa yang lain.
???????????????????????
Dari situ ada yang menjawabnya dengan emosi, kemarahan dan pikiran buruk, mengecam dirinya sendiri sebagai orang yang gagal.
Tetapi ada pula yang menjawabnya dengan kebijaksanaan dan kelapangan menerima atas takdir yang ditulis untuknya. Mempelajari dari kegagalan yang ada dan memulai awal baru untuk membuka gerbang impiannya melalui jalan barunya ini. Dan ia akan terus begitu sampai akhirnya ia bisa membuka pintu gerbang impianya itu.
Dan akhirnya setelah ia menikmati keberhasilannya dia akan mulai menyadari bahwa jalan untuk merai mimpi itu tidak selalu lurus, terkadang ada kerikil dan badai yang memaksa langkah kita untuk beralih kejalan yang baru dan memulai awal baru dan kadang berulang seperti itu sampai akhirnya kita tersenyum geli karena ternya kita telah membuat peta jalan yang penuh kelok untuk menuju gerbang impian kita dan membukanya dengan kunci yang telah kita sempurnakan dengan serangkaian proses dijalan yang berkelok.
Bermimpi itu lebih mudah dari pada mewujudkanya. Tak selamanya orang mendapatkan kemudahan dalam merai mimpi-mimpinya. Terkadang ada ujian yang menghadang sehingga kita harus mengulang proses pada tahap awal atau mungkin pada tahap kedua atau ketiga atau ke..........dan seterusnya yang kita tidak akan pernah tahu kapan kita harus terhenti dan berjalan dijalan yang baru untuk memulai awal yang baru dengan sebaik mungkin agar kita tidak terhenti dan beralih dan harus beralih kejalan yang baru lagi. Tapi yang pasti dua pesan ku. Satu,” jangan pernah menyerah kalau memang ada 1000 kerikil dan badai yang menghadangmu teruslah berjalan karena kalau ada jalan lain menuju roma tentu begitu juga ada 1000 jalan untuk menuju mimpi mu. Terus belajar dan mulai jalan baru dengan sebaik mungkin.” Kedua,” jika engkau telah berusaha 1000 kali namun engkau tetap belum berhasil juga maka jangan engkau berputus asa cobalah buka pintu yang lain cobalah untuk terus bermimipi jangan takut karena kenyataan tidak akan pernah ada kalau kita tidak memimpikanya. Karena terkadang kita terlalu sibuk mendengarkan orang lain dari pada mendengarkan suara hati kita sendiri. Sehingga terkadang apa yang kita impikan adalah impian orang lain bukan impian kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar