Kasih Luas nan Indah
dari Rabbku, Allah SWT
Daratan
bumi terhampar luas dengan indahnya, samudra dengan kilau biru hijaunya begitu
menggoda mata dengan segenap kekayaan dan keindahan yang terkandung di
dalamnya.
Namun
pada kenyataannya luas, indah dan besarnya kekayaan yang terkandung dalam
suburnya daratan dan dalamnya samudra tidak sedikitpun mampu mewakili luas,
indah dan kayanya kasih tuhan, Allah SWT kepada kita.
Tidak
peduli apakah hari ini kita menjadi orang yang baik atau jahat, tidak peduli
apakah hari ini kita menjadi orang yang membenci atau mencintai, tidak peduli
apakah hari ini kita sangat bersemangat atau berputus asa, Ia sang penguasa
atas segalanya tetap melimpahkan kasih sayang dan rahmatNya kepada kita. Dengan
tulus, indah dan tak mengharapkan apapun dari kita.
Kita
menjadi baik atau bahkan sangat baik sekalipun tidak akan menambah atau
mengurangi apapun dari apa yang dimiliki, dikuasai oleh Allah SWT dan begitupun
sebaliknya.
Dia
akan tetap selalu menjadi Dzat yang akan selalu mengawasi kita, mendengar kita
dan memperhatikan kita. Dia lebih dari seorang sahabat, lebih dari seorang ibu
yang mencintai dan mengasihi anaknya, lebih dari seorang kekasih yang membuat
kita jatuh hati padanya. Dia adalah Dia Dzat paling sempurna, paling indah,
paling adil dan paling dalam segalanya. Dia adalah Dia Dzat yang tidak dapat di
bandingkan dengan apapun. Dia adalah Dia Dzat yang oleh siapapun tidak akan
mampu membuat perumpamaan tentangNya.
Seperti
itulah hati Ar Royan yang lemah nan rapuh memandang tuhan Allah SWT yang
menciptakannya, yang selalu mengasihinya dengan rahmat yang tiada mampu ia
mengira atau menghitunngnya.
Pun,
pagi ini….
Ar
Royan bangun dengan kepayahan seolah kemarin ia mengahabiskan seluruh waktunya
untuk berkerja dan bekerja. Meskipun kepayahan mengikat kuat setiap sendi kaki dan tanganya namun ia tetap tersenyum. Ia tetap berusaha
mengawali harinya dengan senyum yang indah. Meskipun tidak jelas pula senyum
itu untuk siapa dan untuk apa?
Ar
Royan hanya ingin tetap tersenyum setiap dan
setelah ia pertama kali membuka mata dari tidur lelapnya. Mungkin itu salah
satu wujud sederhana rasa syukurnya atas limpahan nikmat dan karunia yang
diperolehnya.
Meskipun
tidak jarang rasa kesal, bosan dan bahkan muak akan alur kehidupan yang
mengiringinya hadir dan mengisi penuh seluruh ruang hatinya, Ar Royan tetap
tersenyum.
Dan
sepertinya rasa itulah yang selama satu bulan ini mengusai hatinya. Entah apa
sebabnya tiba-tiba saja ia merasakan kejenuhan yang teramat akan hidupnya. Akan
apa yang ia miliki, akan orang-orang di
sekelilingnya, akan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya.
Bila
semua telah mencapi puncaknya maka Ar Royan akan merasa muak dan kesal. Bukan dengan
takdirnya, bukan juga dengan orang-orang di sekelilingnya melainkan pada
dirinya sendiri. Ar Royan begitu muak dengan dirinya sendiri sebab teramat
sulit baginya untuk mensyukuri atas semua nikmat dan rahmat yang ia miliki.
“Kenapa
rasa ini harus muncul, membebani dan menyiksaku seperti ini? Oh sungguh rasanya
aku ingin semuanya berakhir, aku ingin pulang kepadaMu.” Katanya putus asa.
Tetapi
selalu saja keputusasaan itu tidak pernah berakhir dengan drama melo yang
membuat setan tertawa menang. Selalu saja hati yang hampir terisi penuh oleh
rasa kesal, bosan dan muak itu masih mampu di tembus oleh keyakinan yang mampu
mengangkat wajahnya yang layu, menguatkan otot kakinya yang lemah hingga ia
bangkit dan kembali menjalani hidupnya. Keyakinan yang mampu menembus dan
menelusup masuk ke dalam hati Ar Royan bukanlah keyakinan yang tersusun dari
kata-kata yang indah nan ajaib, keyakinan itu hanya tersusun dari sebuah
kata-kata sederhana.
“Semua
akan berakhir indah, Allah tidak akan meninggalkanku dalam kebaikkan ini”
Sederhana
bukan? Namun nyatanya keyakinan itulah yang selama ini menyelamatnya dari
kehinaan yang beranam “P-U-T-U-S A-S-A”.
Keyakinan
itu pula yang menyadarkannya bahwa kasih tuhannya, Allah SWT sangat tulus dan
sangat luas untuknya.
Terbukti
saat Ar Royan marah, Ar Royan merasa bosan dengan hidupnya Allah selalu datang
dengan Ar Rohman lagi Ar Rohimnya memberi, mengasihi dan menyelamatkan Ar
Royaan dari kehinanaan yang bernama “P-U-T-U-S A-S-A”.
Sobatku
semua, jangan perputus asa dari rahmat Allah SWT. Kasihnya begitu luas dan
tidak akan pernah habis. Dan Allah SWT semakin mengasihimu, merahmatimu dan
menjagamu ketika engkau terus mendekat denganNya.
Setiap
orang pernah berbuat S_A_L_A_H, tak perlu ragu atau pesimis untuk datang kepada
Allah SWT untuk memohon ampun, bertobat kepadaNya dan meminta kebaikkan dan kasih
sayangaNya.
Setiap
orang memiliki masalah, besar kecilnya masalah itu tergantung pada pribadi itu
sendiri dalam memandang dan menyikapi setiap permasalah yang ada. Tidak ada
manusia yang tidak punya masalah, masalah mendewasakan kita, masalah membuat
kita semakin bijaksana, masalah hadir pada kita karena kita bisa dan sanggup
menanggungnya, kamu bukanlah orang yang paling menderita jadi jangan pernah
berputus asa.
LA
TAKHAF, LA TAHZAN INNALLAH MA ANA
“terus
perbarui semangatmu dan semoga harimu indah”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar