Fahmi yang
mana?
Seperti sudah
tersabdakan waktu berlalu dari detik ke
detik, menit ke menit, dari hari ke hari. Ia tidak mendengarkan siapapun dan ia
juga tidak memperdulikan apapun ia hanya terus berlalu.
Diriku
kini telah merasa nyaman dengan hari yang terus berganti, kegalauan tetang rasa
ingin menikah yang kemudian diperparah dengan kemunculan nama “Fahmi” perlahan
hilang dari pikiran dan hati ini. Rutinitas
yang dipenuhi dengan proposal, pengisian lembar formulir, mendengar keluhan
terlalui dengan nikmatnya.
Dan
pagi ini, “Monday” aku arahkan sepeda motorku ke Solo. Menghadiri agenda
rutinku yang kira-kira sudah berjalan satu bulan ini, “rapat dengan kepala
direksi di kantor cabang SOLO”.
Senyumku
mengembang begitu berjumpa dan berjabat tangan dengan rekan-rekan kerja ku yang
cantik, solikhah dan solih, hehehehe. Tidak lama
kemudian kehadiranku disusul pak Bos. Segera wajah serius namun tetap santaipun
terpampang disetiap wajah peserta rapat pagi itu.
###
###
Tidak
terasa 1 jam berlalu begitu saja, Pak bos sudah sampai pada tahap penutup.
“Kalau tidak ada yang ditanyakan kita tutup rapat pagi ini dengan bacaan
hamdalah”.
“Alhamdulillah”,
serentak
Tetap
semangat dan…….oya saya lupa, seperti ada yang mengingatkan wajah pak bos
begitu sumringah dan berkata, “Sekarang tim majalah
bertambah satu orang lain namanya mas Fahmi”.
Jedeerrrrrr……
Deng-deg-deg-…..
Jatung
yang semula berdetak normal tiba-tiba menjadi tidak beraturan bahkan tubuh yang
semula rilekspun menjadi bergetar dan sedikit tidak nyaman.
“Fahmi”
ternyata pesonamu belum hilang dari hatiku, ucapku dalam hati.
“Oke
tetap semangat, wassalamuallaikum wr wb”.
“Walaikumsalam
wr wb”.
Segera
setelah menjawab salam aku izin diri untuk kembali ke kantor pusat. Aku tidak
ingin berlama-lama seperti biasanya. Aku ingin segera keluar dan menenangkan
diri.
###
Sosok
seperti apakah Fahmi yang ku rasa berjodoh denganku?
Bagaimana
bisa ia membuatku sangat ingin segera halal baginya, sementara aku tidak pernah
melihat wajahnya atau hanya sekedar mendengar suaranya.
Bagaimana
mungkin jiwa yang sembuh dari kegalauan tiba-tiba harus kembali merasakannya
hanya dengan mendengar namanya…..?
Hemmttt…….
Ini
benar-benar menguras energy dan waktuku…..
Siapakah
Fahmi….?
Fahmi
yang mana….?
Ooohhhh……..entah
akan berakhir seperti
apa pergulatan hati ini…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar