Aku Merinduka Mu
Tidak
aku letakkan pengharapan di atas tangan siapapun bahkan meskipun itu di tangan
keluargaku, orang tuaku. Aku tahu betul pengharapan pada manusia hanya akan menghasilkan
kekecewaan dan luka yang sulit untuk disembuhkan.
Cara
menjalani hidup ini aku lakukan dengan mencintai dan berbuat baik kepada semua
tanpa diiringi harapan cinta atau kebaikan itu akan berbalik kepadaku. Bukan karena
aku tidak butuh cinta atau kebaikan dari orang lain, hanya saja seperti kataku
sebelumnya bahwa harapan kepada manusia itu hanya akan menghasilkan kekecewaan
dan luka yang sulit untuk disembuhkan.
Ketidaksempurnaan
manusia seringkali menyebabkan ketidaksingkronan antara harapan dan kenyataan. Maka
daripada terluka aku serahkan segalanya kepada Allah. Biarlah Dia yang memilih
dan menentukan siapa yang akan mencintai dan berbuat baik kepadaku. Tanpa perlu
aku mempertanyakan atau mempermasalah apakah orang tersebut pernah menerima
cinta dan kebaikanku.
Tapi
ternyata aku lelah, benar-benar lelah dengan semuanya. Aku ingin terus berbuat
baik untuk semua, aku ingin terus mencintai semua dan aku ingin terus memberikan
senyum ceria dan wajah yang sedap dipandang untuk semua tapi kali ini aku tidak
sanggup lagi.
Aku
ingin kalian peduli….
Aku
ingin kalian peka akan situasi dan kondisiku saat ini…..
Jika
tak bisa mencarikan solusi ucapkanlah kata-kata motivasi untuk menguatkanku,
untuk mendorongku. Atau paling tidak ucapkanlah kata maaf kemudian berikan sebuah
pelukan hangat, pelukan yang akan membuatku mengerti dan merasakan bahwa kalian
juga turut bersedih akan kesedihanku.
Sungguh
aku ini juga manusia, manusia yang tidak sempurna, manusia yang punya hati untuk merasa.
Aku
sadar mengharap seperti itu hanya akan menambah luka.
Okay
aku buang semua harapan dan rasa ingin itu.
Tapi
aku mohon berikan jalan bagiku untuk pergi. Pergi ke tempat yang jauh. Tempat yang
membuatku semakin dekat dengan Engkau. Aku ingin beribadah, mentadaburi alam semesta ciptaanMu
dan juga bisa merasakan ketenangan dan keteduhannya.
Tolong
bantu aku, bawa aku ke tempat yang jauh. Jika aku sudah cukup kuat dan lapang
maka tidak mengapa aku kembali kesini tapi aku benar-benar memohon kepadaMu,
bawa aku pergi dari sini saat ini dan sekarang.
Aku
merindukanMu ya Allah benar-benar rindu. Hingga aku ingin terus dekat denganMu
dan dekat dengan Mu tanpa disibukkan oleh sesuatupun.
Aku
sangat merindukan Mu………
Jerit hati anak pinggiran
Mendengar jerit hati itu aku dapat mengambil satu
pelajaran penting. Bahwa tidak seharusnya kita cukup membalas senyum orang
disekekliling kita atau bahkan hanya menikmati senyum itu saja. Kita harus
belajar peka karena bisa jadi mereka yang selalu tersenyum untuk kita, mereka
yang selalu memotivasi kita adalah orang yang paling sering menangis dibelakang
kita, adalah orang yang sebenarnya paling butuh motivasi, dorongan untuk kuat
dan bangkit dari peliknya kehidupan fana ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar