Kamis, 27 Agustus 2015



Terimakasih Sahabat……..
Tidak terasa lima tahun telah berlalu. Ada banyak cerita dan rasa yang tercatat dan begitu membekas di dalam hati ini. Yang paling menganggumkan adalah  saat kita dipertemukan dalam satu rumah disebuah gang sempit untuk pertamakalinya. Kita tidak saling mengenal sebelumnya tapi entah mengapa aku merasa bahwa kita telah lama saling jatuh cinta antara satu dengan yang lain.
Dalam sekejap saja hubungan keluarga terbentuk, kita saling membantu, saling peduli dan saling mengasihi. Begitu ajaib menurutku karena semua  terus seperti itu sampai hari ini, hari terakhir kita berada di rumah ini.
Dan aku tidak menyangka bahwa perpisahan ini begitu menyakiti hatiku. Seolah tak ikhlas, tak rela kita harus berpisah seperti ini.
Aku akui terkadang diam-diam aku marah, kecewa dan bahkan begitu sebel dengan salah satu diantara kalian. Aku akui ada satu atau dua dari sikap kalian yang sering membuatku jengkel. Tapi bagiku itu semua wajar dan tidak bisa aku dijadikan alasan untuk aku pergi meninggalkan kalian dan mencari sahabat baru yang lebih sempurna.
Bagiku tidak ada sahabat yang sempurna.
Bagiku tidak ada hubungan yang sempurna.
Kalian adalah yang terbaik. Hubungan ini adalah yang terbaik.
Kita tertawa dan menangis bersama. Kita saling menasehati dan kita bahu-membahu mencari solusi jika ada satu diantara kita yang tengah dalam kesulitan.
Yang paling aku syukuri dari semua adalah aku mendapati kalian sebagai teman, sahabat dan keluarga yang baik. Segala hal yang kita lakukan, segala hal yang kita senangi adalah hal yang positif. Sehingga kita tidak saling meracuni satu sama lain. Sehingga kita selalu saling support dalam kebaikan.
Entah kalian rasakan syukur dan sakit yang sama atau tidak. Yang jelas esok kita tidak akan bersama lagi.
Sesibuk apapun kita dengan mimpi kita, tujuan kita semoga hati kita tetap terpaut. Sehingga rasa sayang dan hubungan keluarga ini tetap ada selamanya. Karena rasa cinta diantara kita tidak dapat mengalahkan takdir yang telah tertulis. Rasa cinta diantara kita tidak cukup bisa membawa kita pada takdir yang sama.
Kita punya takdir masing-masing yang harus dijalani. Kita punya mimpi-mimpi yang harus dirai. Terimakasih sahabatku, telah mengizinkan aku untuk menjadi bagian dari kalian. Terimakasih sahabatku karena telah sabar menghadapiku. Aku yang manja dan sangat kekanak-kanakan. Tolong maafkan semua kesalahanku.
Mari kita saling mendokan yang terbaik diantara kita dan semoga suatu hari nanti takdir berkenan mengumpulkan kita kembali…..
 Jumat, 28 Agustus 2015
RR, Hilya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar