Terimakasih Sahabat……..
Tidak terasa lima tahun
telah berlalu. Ada banyak cerita dan rasa yang tercatat dan begitu membekas di
dalam hati ini. Yang paling menganggumkan adalah saat kita dipertemukan dalam satu rumah
disebuah gang sempit untuk pertamakalinya. Kita tidak saling mengenal
sebelumnya tapi entah mengapa aku merasa bahwa kita telah lama saling jatuh
cinta antara satu dengan yang lain.
Dalam sekejap saja hubungan
keluarga terbentuk, kita saling membantu, saling peduli dan saling mengasihi. Begitu
ajaib menurutku karena semua terus
seperti itu sampai hari ini, hari terakhir kita berada di rumah ini.
Dan aku tidak menyangka
bahwa perpisahan ini begitu menyakiti hatiku. Seolah tak ikhlas, tak rela kita
harus berpisah seperti ini.
Aku akui terkadang diam-diam
aku marah, kecewa dan bahkan begitu sebel dengan salah satu diantara kalian. Aku
akui ada satu atau dua dari sikap kalian yang sering membuatku jengkel. Tapi
bagiku itu semua wajar dan tidak bisa aku dijadikan alasan untuk aku pergi
meninggalkan kalian dan mencari sahabat baru yang lebih sempurna.
Bagiku tidak ada sahabat yang
sempurna.
Bagiku tidak ada hubungan
yang sempurna.
Kalian adalah yang terbaik. Hubungan
ini adalah yang terbaik.
Kita tertawa dan menangis
bersama. Kita saling menasehati dan kita bahu-membahu mencari solusi jika ada
satu diantara kita yang tengah dalam kesulitan.
Yang paling aku syukuri dari
semua adalah aku mendapati kalian sebagai teman, sahabat dan keluarga yang
baik. Segala hal yang kita lakukan, segala hal yang kita senangi adalah hal
yang positif. Sehingga kita tidak saling meracuni satu sama lain. Sehingga kita
selalu saling support dalam kebaikan.
Entah kalian rasakan syukur
dan sakit yang sama atau tidak. Yang jelas esok kita tidak akan bersama lagi.
Sesibuk apapun kita dengan
mimpi kita, tujuan kita semoga hati kita tetap terpaut. Sehingga rasa sayang
dan hubungan keluarga ini tetap ada selamanya. Karena rasa cinta diantara kita
tidak dapat mengalahkan takdir yang telah tertulis. Rasa cinta diantara kita
tidak cukup bisa membawa kita pada takdir yang sama.
Kita punya takdir
masing-masing yang harus dijalani. Kita punya mimpi-mimpi yang harus dirai. Terimakasih
sahabatku, telah mengizinkan aku untuk menjadi bagian dari kalian. Terimakasih sahabatku
karena telah sabar menghadapiku. Aku yang manja dan sangat kekanak-kanakan. Tolong
maafkan semua kesalahanku.
Mari kita saling mendokan
yang terbaik diantara kita dan semoga suatu hari nanti takdir berkenan
mengumpulkan kita kembali…..
Jumat, 28 Agustus 2015
RR, Hilya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar