Kamis, 04 Mei 2017



TEMAN BIASA.....

Pada awal berjumpa kita hampir tidak pernah saling menatap apalagi saling bertegur sapa. Bukan karena sombong atau ada benci diantara kita, tetapi karena masing-masing dari kita sama-sama merasa asing. Itu wajar sebenarnya, karena semua teman di kelas memang merasa asing terhadapku. Pun diriku, sebagian besar dari kalian juga sangat asing bagiku.
Satu tahun berlalu tidak ada yang berubah, dirimu, diriku dan sebagian teman yang lain masih terasa asing bagiku. Sampai-sampai aku berfikir bahwa sampai pada tahun kedua atau bisa dibilang tahur terakhir kebersamaan kita, aku tidak akan bisa menjadikanmu dan menjadikan teman sebagian yang lain menjadi biasa dalam hari-hariku.
Tetapi ternyata aku salah. Takdir menempatkan kita pada keadaan yang membuat kita sering bertatap muka. Sehingga sapa-menyapapun menjadi hal yang biasa bagi kita. Dan tidak lama kemudian teman-teman yang semula masih asing perlahan menjadi biasa bagiku. Allah menyiapkan skenario yang membuatmu, diriku dan teman yang lain banyak bersinggungan. Sehingga lama kelamaan kita tidak hanya sekedar menyapa tetapi sekali dua kali bercanda.
Aku kira semuanya cukup disitu saja, tetapi ternyata TIDAK. Dipenghujung tahun kebersamaan kita, sekali dua kali kamu mengirim sms (pesan singkat) untuk meminta saran, pendapat terkait permasalahan yang  sedang kamu hadapi. Tetapi anehnya itu tidak kemudian menjadikan kita sebagai teman dekat. 
Kita tetap sibuk dengan hoby dan teman dekat kita masing-masing. Setiap kali bertemu saling menyapa dan bicara jika ada kepentingan itu sudah cukup. Sampai akhirnya setelah kita terpisah. Aku pergi kemana? Kamu pergi kemana? Teman-teman pergi kemana?
Aku pikir kita tidak akan pernah berkomunikasi lagi, mengingat kita bukanlah teman dekat. Kita hanya teman belajar biasa. Dan ternyata lagi-lagi aku salah tentang hubungan ini. Kamu tetap menghubungiku, walau tidak sering. Hanya saat kamu sedang ada masalah atau pertanyaan tentang suatu hal yang membutuhkan saran dan juga pendapatku.
Ya.....semuanya terus berlanjut seperti itu sampai dengan beberapa bulan yang lalu. Kamu masih menghubungiku, untuk sharing, berdiskusi tentang suatu hal, menasehatiku, meminta saran dan pendapat.
Beberapa bulan yang lalu.....ya memang beberapa bulan yang lalu. Karena suatu hal  kini kamu sudah tidak lagi bercerita dan berkisah tentang hidup dan mimpimu. Awalnya aku berfikir semua akan baik-baik saja. Karena selama ini kita bukan teman dekat yang terbiasa pergi bersama, yang terbiasa melakukan hal-hal baru dan konyol bersama, yang terbiasa chating untuk hal-hal yang tidak penting, yang terbiasa saling merindu alay jika satu minggu saja tidak bertemu atau bertukar kabar. Kita hanya teman biasa yang dalam satu tahun bisa dihitung berapa kali berkomunikasi. Kita hanya teman biasa yang tidak perlu diikut sertakan untuk setiap detil rasa dan peristiwa dalam hidup. Bahkan sudah 6 lebih kita tidak berjumpa.
Tapi......
Lagi-lagi aku salah......ternyata semua tidak baik-baik saja. Ternyata aku merindukanmu. Aku merindukan ceritamu, mimpimu, pemikiranmu, juga nasehatmu. Aku baru menyadari bahwa ternyata dipertemanan yang biasa ini melahirkan rasa nyaman, rasa peduli, dan juga rasa penting.
Bahkan anehnya lagi, kadang-kadang aku mulai mencemasmu, “apakah teman itu baik-baik saja sekarang?”, “Apakah temanku bisa mengatasi setiap kesulitan yang menghampirinya?”, “Apa mimpinya selanjutnya?”, “Apakah ia bersama dengan orang-orang baik yang tulus menjalin hubungan dengannya?”
Teman biasa bagaimana aku bisa merindukanmu? Aku tidak memahami rasa semacam ini. Yang aku pahami orang yang kita rindukan adalah orang yang sering bersama kita, dekat dengan kita. Tapi....
Kamu bukanlah teman dekat yang sering membersamaiku dalam dunia nyata maupun dalam dunia maya (facebook, bbm, whatshap dll). Dan aku merindukanmu....

Terimakasih untuk ruang yang telah kau sediakan untukku, sehingga aku bisa menjadi salah satu bagian dari pazzel hidupmu. Maafkan jika ada titik noda yang aku tinggalkan dalam ruang itu. Semoga mimpimu bisa terwujud sehingga sebagian pazzel hidupmu bisa segera selasai terangkai. Karena banyak orang yang sedang menanti-nanti pazzel hidupmu untuk dijadikan  motivasi dan sumber inspirasi.
Sekali lagi terimakasih  untuk ruang yang telah engkau beri, terimakasih telah melibatkanku dalam kisahmu...... terimakasih

Jumat, 05 Mei 2017
Coretan hati yang terinspirasi dari sebuah hubungan...
Terimakasih untuk ilmunya,........
Bahkan aku juga baru tau rasa seperti bisa hadir....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar