TEMAN
BIASA.....
Pada
awal berjumpa kita hampir tidak pernah saling menatap apalagi saling bertegur
sapa. Bukan karena sombong atau ada benci diantara kita, tetapi karena
masing-masing dari kita sama-sama merasa asing. Itu wajar sebenarnya, karena
semua teman di kelas memang merasa asing terhadapku. Pun diriku, sebagian besar
dari kalian juga sangat asing bagiku.
Satu
tahun berlalu tidak ada yang berubah, dirimu, diriku dan sebagian teman yang
lain masih terasa asing bagiku. Sampai-sampai aku berfikir bahwa sampai pada
tahun kedua atau bisa dibilang tahur terakhir kebersamaan kita, aku tidak akan
bisa menjadikanmu dan menjadikan teman sebagian yang lain menjadi biasa dalam
hari-hariku.
Tetapi
ternyata aku salah. Takdir menempatkan kita pada keadaan yang membuat kita
sering bertatap muka. Sehingga sapa-menyapapun menjadi hal yang biasa bagi
kita. Dan tidak lama kemudian teman-teman yang semula masih asing perlahan
menjadi biasa bagiku. Allah menyiapkan skenario yang membuatmu, diriku dan
teman yang lain banyak bersinggungan. Sehingga lama kelamaan kita tidak hanya
sekedar menyapa tetapi sekali dua kali bercanda.
Aku
kira semuanya cukup disitu saja, tetapi ternyata TIDAK. Dipenghujung tahun
kebersamaan kita, sekali dua kali kamu mengirim sms (pesan singkat) untuk
meminta saran, pendapat terkait permasalahan yang sedang kamu hadapi. Tetapi anehnya itu tidak
kemudian menjadikan kita sebagai teman dekat.
Kita
tetap sibuk dengan hoby dan teman dekat kita masing-masing. Setiap kali bertemu
saling menyapa dan bicara jika ada kepentingan itu sudah cukup. Sampai akhirnya
setelah kita terpisah. Aku pergi kemana? Kamu pergi kemana? Teman-teman pergi
kemana?
Aku
pikir kita tidak akan pernah berkomunikasi lagi, mengingat kita bukanlah teman
dekat. Kita hanya teman belajar biasa. Dan ternyata lagi-lagi aku salah tentang
hubungan ini. Kamu tetap menghubungiku, walau tidak sering. Hanya saat kamu
sedang ada masalah atau pertanyaan tentang suatu hal yang membutuhkan saran dan
juga pendapatku.
Ya.....semuanya
terus berlanjut seperti itu sampai dengan beberapa bulan yang lalu. Kamu masih
menghubungiku, untuk sharing, berdiskusi tentang suatu hal, menasehatiku,
meminta saran dan pendapat.
Beberapa
bulan yang lalu.....ya memang beberapa bulan yang lalu. Karena suatu hal kini kamu sudah tidak lagi bercerita dan
berkisah tentang hidup dan mimpimu. Awalnya aku berfikir semua akan baik-baik
saja. Karena selama ini kita bukan teman dekat yang terbiasa pergi bersama,
yang terbiasa melakukan hal-hal baru dan konyol bersama, yang terbiasa chating
untuk hal-hal yang tidak penting, yang terbiasa saling merindu alay jika satu
minggu saja tidak bertemu atau bertukar kabar. Kita hanya teman biasa yang
dalam satu tahun bisa dihitung berapa kali berkomunikasi. Kita hanya teman
biasa yang tidak perlu diikut sertakan untuk setiap detil rasa dan peristiwa
dalam hidup. Bahkan sudah 6 lebih kita tidak berjumpa.
Tapi......
Lagi-lagi
aku salah......ternyata semua tidak baik-baik saja. Ternyata aku merindukanmu. Aku
merindukan ceritamu, mimpimu, pemikiranmu, juga nasehatmu. Aku baru menyadari
bahwa ternyata dipertemanan yang biasa ini melahirkan rasa nyaman, rasa peduli,
dan juga rasa penting.
Bahkan
anehnya lagi, kadang-kadang aku mulai mencemasmu, “apakah teman itu baik-baik
saja sekarang?”, “Apakah temanku bisa mengatasi setiap kesulitan yang
menghampirinya?”, “Apa mimpinya selanjutnya?”, “Apakah ia bersama dengan
orang-orang baik yang tulus menjalin hubungan dengannya?”
Teman
biasa bagaimana aku bisa merindukanmu? Aku tidak memahami rasa semacam ini. Yang
aku pahami orang yang kita rindukan adalah orang yang sering bersama kita,
dekat dengan kita. Tapi....
Kamu
bukanlah teman dekat yang sering membersamaiku dalam dunia nyata maupun dalam
dunia maya (facebook, bbm, whatshap dll). Dan aku merindukanmu....
Terimakasih
untuk ruang yang telah kau sediakan untukku, sehingga aku bisa menjadi salah
satu bagian dari pazzel hidupmu. Maafkan jika ada titik noda yang aku
tinggalkan dalam ruang itu. Semoga mimpimu bisa terwujud sehingga sebagian pazzel
hidupmu bisa segera selasai terangkai. Karena banyak orang yang sedang menanti-nanti
pazzel hidupmu untuk dijadikan motivasi
dan sumber inspirasi.
Sekali
lagi terimakasih untuk ruang yang telah
engkau beri, terimakasih telah melibatkanku dalam kisahmu...... terimakasih
Jumat, 05 Mei 2017
Coretan hati yang terinspirasi dari sebuah
hubungan...
Terimakasih untuk ilmunya,........
Bahkan aku juga baru tau rasa seperti bisa
hadir....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar