Sabtu, 15 Desember 2018

PENANTIAN

Setiap mimpi dan keinginan harus diperjuangkan, diikhtiarkan. Dan setiap perjuangan, setiap ikhtiar harus diperkuat dengan doa. Kemudian semua itu disempurnakan dengan tawakal.

Kenapa tawakal?
Ya.... tawakal sebagai penyempurna ikhtiar dan doa karena dalam hidup tidak semuanya berjalan sebagaimana dengan yang kita inginkan hanya karena kita sudah berikhtiar dengan cara yang lurus dan berdoa dengan tulus.

Ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Ada berapa ikhtiar yang tidak mengantarkan kita pada harapan atau impian. Maka tawakal yang artinya menyandarkan, mempercayakan segala urusan hanya kepada Allah, akan melahirkan keikhlasan ketika segalanya tidak berjalan sesuai harapan.

Bagaimanapun juga takdir dan pilihan Allah adalah yang terbaik.

Terkadang kita juga harus melalui proses yang teramat panjang, berjuang dan berusaha sampai hampir membuat putus asa  terlebih dahulu untuk mendapatkan sesuatu. Banyak waktu dan juga energi yang harus dikeluarkan, sehingga tak jarang kemudian muncul statmens, "seharusnya aku dapatkan ini dua tahun yang lalu, ketika aku berusia... atau ketika dia masih ada disini... Dan lain sebagainya.

Statemen itu keluar dari lisan kita sendiri dan juga dari orang-orang disekeliling. Padahal Allah, dzat yang mengatur kita itu bukan sembarang dzat. Ia adalah dzat yang menciptakan kita dan seluruh makhluk. Ia adalah dzat yang tidak memiliki tandingan. KekuasaanNya mutlak.

Lalu pantaskah kita atau orang lain mengatakan bahwa, "seharusnya ini semua kita dapat ketika ini dan itu?"

Pernahkan terpikir oleh kalian bahwa panjang perjuangan yang harus kalian lalui untuk mendapatkan sesuatu yang sangat kalian impikan dan idamkan itu adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya?

Allah ingin kita meraih pahala sabar yang sebanyak-banyaknya dari lelah dan payahnya perjuangan, perjuangan yang panjang, yang hampir membuatmu putus asa.

Menanti memang tidak mudah, banyak energi yang harus dikeluarkan agar bisa sabar. Tapi.... Mereka yang mendapat hadiah surga "adn" adalah berkat kesabaran mereka....

Bukankah surga merupakan tempat kebahagiaan abadi?



#semoga segala bentuk penantian dalam hidup kita semuanya karena lillah.....

Selasa, 30 Oktober 2018

Masalah.....



Siapa yang bisa terbebas darinya..... tidak ada satu pun manusia yang hidup yang di dunia ini yang bisa terbebas dari masalah. Bila manusia terbebas dari masalah maka dapat dipastikan bahwa manusia tersebut  telah meninggalkan dunia ini alias MATI.
Masalah.....
Setiap orang memiliki ritmenya masing-masing tentang hadirnya masalah, ada yang ritmenya teratur, masalah-bahagia-masalah-bahagia dan begitu seterusnya. Ada juga yang ritmennya tidak teratur dan mungkin cenderung mengerikan, masalah-masalah-bahagia, masalah-masalah-masalah-bahagia.
 Apapun bentuk ritme masalah dalam hidup seseorang itu tidak bisa dijadikan kesimpulan akan baik dan tidaknya perangai seseorang, tidak bisa dijadikan kesimpulan akan pintar dan bodohnya seseorang. Karena kita semua hanya seorang pemeran drama kehidupan. Meskipun kita bisa menulis naskah drama sendiri tetapi akhir dari drama itu tidak berada digenggaman tangan kita, melainkan sepenuhnya berada pada kuasa Tuhan. Manusia boleh berimajinasi, tetapi takdir Tuhanlah yang merajai.
Kita juga tidak boleh lupa dengan filosofi paku, bahwa hanya paku yang luruslah yang akan terus menerima tempaan sampai akhirnya paku tersebut bisa menyatukan sesuatu. Dan mungkin ini yang disebut  takdir Tuhan adalah yang terbaik, meskipun kadang terasa sangat menyakitkan diawalnya. Tetapi begitu indah dan mengharukan diakhirnya.
Ya......Takdir Tuhan itu memang yang terbaik, karena Tuhan adalah sutradara terbaik, penulis skenario terbaik. Tapi baiknya takdir Tuhan tidak mudah dipahami oleh hati yang dipenuhi dengan ambisi kefanaan. Tidak mudah dipahami oleh hati yang tengah mabuk mengejar cinta fana, yaitu kesenangan dunia.
Tetapi....Tuhan......
Manusia ini tidak mengerti.....
Mengapa hati yang selalu dipupuk dengan rasa percaya akan kemuliaan dan kebaikan takdirMu ini mengalami kebingungan seperti ini? Masalah demi masalah yang datang menghadirkan rasa lelah yang seolah-olah akan berujung pada keputus asaan. Tetapi tiba-tiba saja Engkau rahmatkan kekuatan yang mengantarkan hati ini pada suasana yang lapang dan tenang. Sehingga akal ini tak lagi berpikir tentang bagaimana bisa pergi dari tempat ini, tetapi akal ini lebih sering berpikir tentang bagaimana menghadapi masalah-masalah ini sampai habis.
Tetapi dan tetapi....... setelah sekian lama berlalu, hati ini tiba-tiba sering berkata, Tuhan seberapapun bahagianya aku, seberapapun kuatnya aku, aku tetap ingin semua ini berakhir.....
Tuhan perasaaan macam ini...... kenapa gelombang terus membolak-balik rasa di hati ini....? Apakah ibadah, kata percaya, dan kata cinta yang terucap selama ini hanya sebuah ritual dan rutinitas semata? Tetapi Tuhan hati ini mengatakan tidak, hati ini selalu merindu, mengingat dan menginginkanmu.

Apakah hati manusia ini kurang bersabar ? Kurang bersyukur ? Sungguh Tuhan manusia ini ingin tetap bersikap dewasa, ingin tetap menjadi manusia yang pandai bersyukur... jadi tolonglah agar semua ini tetap berakhir indah untuk semua......

Kurangnya rasanya rasa sabar seringkali menyebabkan masalah yang sederhana menjadi rumit dan seolah mustahil untuk diselesaikan dan sedikitnya rasa syukur seringkali membuat manusia melupakan hal-hal indah yang pernah terjadi dalam hidupnya.  Hal-hal indah yang membuatnya merasa bahagia dan berarti.......




Senin, 22 Oktober 2018

PERCAYALAH BAHAGIAKU LEBIH BANYAK



Bertambahnya usia, akan mengantarkan manusia pada tanggungjawab yang besar. Satu demi satu bertambahnya umur akan membuat manusia meninggalkan ketergantungannya terhadap orang lain. Mulai dari hal yang sederhana seperti memasukan makanan dalam mulutnya, memakai baju sampai ia bisa berjalan, pandai berbicara dan berkarya.
Disetiap moment pertambahan umur tersebut Allah azza wa jalla selipkan kisah bahagia, kisah sedih, mengharukan dan kisah-kisah lainnya yang menempa hati manusia sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang dewasa dan bijaksana. Ya.....meskipun tidak semua bisa dewasa dan bijaksana tepat pada waktunya.
Dan pun kini engkau kawan, kini engkau telah tumbuh menjadi perempuan dewasa. Sedikit banyak keringatmu telah mampu meringankan beban orang tua dan suadara-saudaramu. Sedikit perjuangan dan ketekunanmu telah mengukir senyum bahagia di bibirmu dan juga saudara-saudaramu. Bahkan kawan-kawanmu, sahabat seperjuangan dakwahmu juga turut merasakan kebahagiaan atas kerja keras dan dedikasimu.
Sampai-sampai kebahagiaan itu telah melenakan kami, kami terlena sehingga kami lupa mempersiapkan diri untuk menjadi kuat saat perjuangan dan persahabatan ini harus dibatasi oleh ruang, waktu dan juga tanggung jawab yang baru tiba. Tapi satu hal yang harus kamu percayai adalah, bahwa bahagiaku lebih banyak jika dibandingkan dengan sedihku. Percayalah....
Aku, kami memang bersedih saat engkau harus pergi disaat kami masih berjalan dalam keadaan tertatih. Tapi sekali lagi percayalah bahwa bahagiaku lebih banyak, karena rasa bahagia ini disertai rasa lega....

Akhirnya....saat yang kau tunggu datang juga.... kataku dalam hati sambil melempar senyum terbaikku untukmu. Tentu aku, kami akan lebih bersedih saat aku tidak mampu menenangkan kegalauan akan begitu panjangnya penantian yang harus engkau lalui kawan.
Sekarang Allah telah memenuhi janjinya, bahwa setiap yang terlahir kedunia telah Allah ciptakan  berpasang-pasangan. Allah azza wa jalla dengan kasih dan juga sayangNya telah menyatukanmu dengan dia, dia jodoh terbaik  dari Allah.


Semoga Allah memberkahi pernikahan kalian nanti dengan segala bentuk kebaikan dan kebahagiaan yang mengantarkan kalian berdua bersama dengan anak keturunan kalian nanti dalam ketaatan dan keridhoan Allah azza wa jalla

Barakallah....barakallah.....kawan....barakallah....

Percayalah bahwa bahagiaku lebih banyak, karena meskipun tidak lagi bisa seperti dulu, kemarin, dan kemarinnya lagi setidaknya kita masih dikumpulkan dalam satu payung. Payung yang memiliki tujuan yang mulia, yang dari butiran-butiran mimpinya mengantarkan pada satu tujuan, yaitu menggapai ridho Allah azza wa jalla. Kita masih bisa bersua dan aku berharap kita masih bisa icip makan siang bareng kasena dan kesini walau tak lagi bisa seleluasa dulu..... J



Hubungan antara dua manusia atau lebih itu seperti berjalan menaikki tangga, adakalanya melangkah bersama, adakalanya saling membelakangi, mendahului, terpisah jauh, dan sangat mungkin berdekatan sampai maut memisahkan. Apapun posisimu dengan sahabatmu sekarang bukanlah masalah, karena yang terpenting adalah diantara kalian saling mendukung, menghargai dan memotivasi...
inspirasi dipamiti kawan nak halal dengan jodohnya:)