Sabtu, 09 Maret 2013

SEDIKIT CERITA Q......



Dulu aku berfikir bahwa Tuhan tidak melihatku, Tuhan tidak mendengarku dan Tuhan tidak mencintaiku. Bahkan bisa dibilang bahwa aku sangat marah kepada Tuhan. Dia menciptakan kita kemudian memainkan kita sesuka hatinya. Kita seperti sebuah boneka dan Tuhan yang memegang talinya, Ia bebas menggerakkan kita sesuka hatiNya.
Bagimana aku tidak berfikir seperti itu, aku selalu berusaha untuk jujur, aku selalu berusaha bekerja keras, aku selalu berusaha berbuat baik, tetapi tidak ada satu keinginan baikku yang dikabulkan olehnya. Aku selalu menjadi yang nomor dua. Kegagalan dan kegagalan yang menghampiriku. Bahkan Tuhan membiarkan aku difitnah, Tuhan membiarkan orang yang selama ini sering berbuat curang dipuji.
Sungguh aku sangat kecewa dan sakit hati. Tapi apa yang bisa aku perbuat….? Aku adalah ciptaannya murkaku tidak akan pernah berarti apa-apa.
Tapi itu adalah dulu…..
Kini aku berfikir bahwa Tuhan sangat menyayangiku, Tuhan sangat adil kepadaku. Dan aku selalu merasa bahwa Tuhan selalu melihat dan mendengarku.
Ketika kerja keras telah diberikan, bahkan airmata pun telah tertumpahkan karena besarnya perjuangan, namun Tuhan masih juga belum berpihak kepada kita, maka hanya ada empat kemungkinan.
Yang pertama mungkin tanpa sadar kita telah melakukan kesalahan, entah kepada teman, keluarga atau diri kita sendiri. Secara singkatnya mungkin kita telah melakukan dosa. Karena kita tidak menyadarinya atau karena kita terlalu pengecut untuk mengakui dan memperbaikinya maka Tuhan masih menganggap kita sebagai orang yang tidak pantas untuk berhasil dan bahagia.
Yang kedua mungkin selama ini kita masih menjadi orang yang tidak menjaga kesucian. Kita masih sering dengan sengaja memasukkan dzat haram ke dalam tubuh kita dan hal-hal kotor ke dalam otak kita. Mulut, mata dan telingalah sebagai perantaranya.
Yang ketiga mungkin Tuhan ingin menyimpan keberhasilan dan kebahagiaan kecil itu, sehingga ketika sudah terkumpul banyak barulah keberhasilan dan kebahagiaan besar akan hadir untuk kita. Keberhasilan dan kebahagiaan besar yang mungkin kita sendiri tidak akan sanggup memikirkan dan membayangkannya.
Yang terakhir mungkin hal buruk akan terjadi pada kita jika kita mendapatkan apa yang telah kita usahakan dan perjuangkan. Mungkin apa yang kita bayangkan sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Misalnya kita belajar keras untuk menjadi seorang dokter. Dan kita menjadi dokter, banyak pasien yang kita sembuhkan. Sampai pada akhirnya kita memiliki banyak pasien sehingga kita harus bekerja siang dan malam. Kita tidak punya waktu untuk makan malam bersama keluarga, bercanda bersama teman atau keluarga saat sore atau saat weekend. Padahal kita adalah tipikal orang yang tidak bisa jauh dari keluarga dan teman, kita adalah tipikal orang yang selalu membutuhkan hangatnya kebersamaan. Bila sudah seperti itu pasti kita akan sangat menderita dan tertekan. Dan Tuhan tidak mengingkan hal tersebut terjadi pada kita. Contoh yang lain, kita belajar dan bekerja keras supaya kita menjadi miliader. Dan benar kita menjadi miliader. Tetapi setelah kita menjadi milider kita menjadi orang yang sombong. Padahal sebelumnya kita adalah orang yang rendah hati, sehingga kita memiliki banyak teman, dan orang-orang di sekeliling kita sangat menghormati dan menyayangi kita. Dan karena kita telah menjadi sombong satu-persatu teman kita meninggalkan kita, orang-orang yang dulu menghormati dan menyayangi kita membenci kita dan mencaci bahkan menyumpahkan kita dengan sumpah yang buruk. Pasti tidak ada yang ingin menjadi sombong dan dibenci orangkan? Dan Tuhanpun menginginkan hal yang sama, maka dia tidak mengabulkan apa yang kita usahakan.
Ketika kegagalan menghampiri seharusnya bukan ekspresi kemarahan dan kesedihan yang sensasional yang mendominasi tetapi kerendahan hati untuk berfikir, untuk melangkahkan diri pada cermin hati. Tuhan tidak pernah mempermainkan hambaNya, Tuhan selalu mencintai hambaNya meskipun kita melakukan salah, Tuhan tidak meninggalkan kita begitu saja. Tuhan yang paling tahu kita karena Dia yang menciptakan kita. Maka Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.
Jika saat ini kalian sedang mengalami kegegalan maka coba pikirkan empat kemungkinan tadi. Jangan marah atau kecewa kepada Tuhan.
Tidak sekalipun Tuhan mengambulkan keinginanku untuk bisa sekolah di sekolah yang aku idam-idamkan. Meskipun aku sudah belajar dengan giat, meskipun aku sudah berdoa dan berbuat baik. Setelah aku menerima takdirku dan mencoba berfikir, aku menemukan jawabannya. Tuhan tidak mentakdirkan aku sekolah di sekolah yang sangat aku idam-idamkan, karena Tuhan tidak ingin aku tertekan dan merasa kesepian.
Setiap kali aku bertemu dengan teman-temanku yang berhasil sekolah di sekolah yang aku idam-idamkan, mereka bercerita bahwa mereka tidak merasa nyaman saat di sekolah. Karena teman-teman mereka suka bergerombol, tidak ada rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Status dan fisik menjadi factor penentu dalam pertemanan. Rasa kekeluargaan dan kesederhanaan sama sekali tidak ada disana. Teman-temanku tidak pernah merasakan kebersamaan keluarga dalam sebuah kelas. Sementara aku di sekolahku, aku sangat merasa bahagia, karena teman-temanku tidak mempermasalahkan dari mana aku? Siapa aku? Mereka semua mencintaiku. Dan kami berteman, belajar dan berpetualang bersama. Di sekolahku, setiap satu kelas ada keluarga, dan semua kelas yang ada di sekolah adalah sebuah Negara. Negara yang sederhana dan selalu saling menyayangi satu sama lain. Kami saling membantu dan kami saling berbagi.
Di sekolah teman-temanku sibuk memikir trend dan selalu menuntut kegiatan yang harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Dan betapa aku akan tertekan jika aku tertakdir sekolah di sana, sebab aku hanyalah seorang anak yang berasal dari keluarga sederhana, yang tidak sanggup jika harus sering-sering mengeluarkan uang untuk kegiatan-kegiatan yang temanya refresing.
Dan di sekolahku aku tidak hanya mendapatkan kasih sayang tetapi aku juga mendapatkan hasil dari rajin dan ketekunanku dalam menuntut ilmu aku menjadi juara. Tidak hanya itu saja aku juga berkesempatan menjadi seseorang yang istimewa. Istimewanya seperti apa, itu rahasia…………….
Hehehehhehhe……

Senin, 28 Januari 2013

LAZUARDI BERBISIK

Setiap orang punya jatahnya sendiri-sendiri…..
Saat aku mengingat kata-kata itu, saat itu juga aku bisa bersyukur. Aku bisa membuang rasa iri dan rasa tidak beruntungku. Aku menyadari sepenuhnya, bahwa keadaan ekonomi keluarga yang sulit telah membuat keluargaku menjadi keluarga yang kaku. Ada cinta yang begitu besar di antara kami, tetapi kami tidak pernah mengutarakan atau menampakkannya secara transparan. Keras dan beratnya perjuangan telah membuat kami tidak mengenal peka dalam bercinta. Hanya kebisuan yang selalu hadir dalam hari-hari yang terus berganti.
Dengan keadaanku yang berbeda dengan yang lain, maka aku berlajar dan terus berusaha menjadi kuat. Aku ingin menjadi sekuat lelaki, bahkan mungkin lebih. Tidak pernah menangis dan selalu bisa bertahan dalam setiap keadaan. Dan aku berhasil, tidak peduli seberapa sering aku terluka, tidak peduli seberapa berat jalan hidup yang harus aku jalani, aku tidak menangis dan aku tetap semangat berjalan melanjutkan hidup.
Tetapi sekuat apapun aku, aku tetap tidak bisa mengubah takdirku sebagai seorang wanita, makhluk Tuhan yang dikarunia hati yang lembut dan penuh kepekaan. Seiring waktu berjalan dan seiring dengan bertambahnya umur, entah secara sadar atau tidak telah merubah diriku seluruhnya, mulai dari bentuk tubuh, perasaan dan pemikiran.
Hatiku menjadi sangat lembut dan peka, bahkan otakku mulai berfikir soal cinta, dan kasih sayang. Bukan berarti dulu aku tidak memikirkan soal cinta dan kasih sayang, tetapi sekarang pikiran dan hatiku benar-benar dipenuhi dengan soal cinta dan kasih sayang. Aku menjadi lemah…..sangat lemah bahkan mataku yang telah lama kering dari airmata mulai sering basah, mataku mulai sering menitihkan airmata kepedihan dan kekecewaan.
Sering aku bertanya kekuatan apa? Kekuatan siapa? Yang telah merubahku menjadi seperti ini? Dulu aku diam dengan sikap orang tuaku yang sibuk bekerja dan membiarkanku tinggal bersama nenekku. Aku diam dan semangat menjalani hari-hariku karena aku tahu bahwa orang tuaku melakukan itu semua demi memenuhi kewajibannya sebagai orang tua kepadaku anaknya, yaitu menyekolahkanku dan memenuhi kebutuhanku lainnya. Tetapi sekarang aku tidak bisa diam, aku mulai menuntut perhatian mereka, aku mulai tidak tertarik bermain ke rumah sahabatku, padahal dulu aku bisa seharian penuh di rumah sahabatku dan itu tidak lain karena aku mulai merasa cemburu dan iri melihat sahabatku di perhatikan oleh orang tuanya, aku mmenjadi lemah dan marah saat mendengar ucapan-ucapan cinta dari orang tua sahabatku kepada sahabatku. Tetapi diam di rumah juga bukan pilihan yang baik, maka aku mulai sibuk memberikan cinta dan perhatian kepada anak-anak, teman-teman yang memiliki nasib sepertiku, “ingin menuntut tetapi tidak punya hak untuk menuntut”. Bila kita menuntut orang tua kita agar mereka memberikan perhatian dan kasih sayang seperti kebanyakan orang tua di dunia maka kita tidak bisa sekolah dan memiliki fasilitas. Tetapi bila kita sekolah dan memiliki fasilitas maka kita harus seperti  kaktus di padang pasir, yang harus bertahan dengan sedikit air saja.
Aku sadar bahwa tidak mungkin selamanya aku bertahan dengan hidup seperti itu. Dan tidak ada yang bisaku pilih kecuali menerima takdir ini. Mencintai hidupku apa adanya, dan melupakan keinginan hati untuk menuntut. Bukankah tidak ada satu orang tuapun di dunia ini yang ingin jauh dari anaknya. Dan begitu juga dengan orang tuaku, mereka bekerja siang dan malam untukku, agar aku bisa memiliki hidup yang lebih baik daripada mereka. Bukankah sifat kaku orang tuaku dan ketidakpekaan orang tuaku dalam cinta itu tidak lain disebabkan oleh banyaknya beban yang harus mereka pikul. Mereka begitu tertekan, mereka tidak pernah mengenal lelah dan sakit. Semua keluh kesah mereka simpan rapat dihati. Agar ketika mereka berkesempatan untuk pulang mereka memiliki kekuatan untuk menyapa dan  tersenyum indah kepada kita.
Setiap orang punya jatahnya masing-masing…….
Tidak perlu iri atau merasa bahwa Tuhan tidak adil, sebab rasa bahagia itu tidak bergantung oleh apapun kecuali bergantung pada hati kita sendiri. Dengan kita mencintai hidup kita maka kita akan bahagia. Karena ketika kita mencitai hidup kita, itu berarti kita mencintai keluarga kita, teman-teman kita, dan segalanya yang ada dalam hidup kita. Dan satu lagi saat kita tidak lagi sanggup berjalan karena kita merasa bahwa orang tua kita tidak peduli tentang kita kecuali pendidikan kita. Maka coba renungkan kata-kata ini, “jika saat ini kita menderita karena jauh dari perhatian orang tua kita maka pasti orang tua kita yang berada jauh di sana juga menderita karena tidak bisa melampiaskan seluruh cintanya kepada kita melalui kelembutan dan perhatian.”
Percayalah dengan kita mencintai hidup kita, maka kita akan tahu bagaimana caranya untuk kita merubah alur hidup kita. Kita akan tahu darimana kita memulai awal perbaikan dan darimana kita akan melakukan perubahan.

Selasa, 18 Desember 2012

SAAT AKU JUJUR




BOHONG……..!!!!
MUNAFIK……….!!!!
Mungkin itulah jerit hati, disela-sela keceriaan hari-hari yang terus berganti.
Semua terlihat baik-baik saja, semua terlihat sempurna dari kejauhan tetapi jika dilihat dari jarak yang dekat dan semakin dekat, maka akan terlihat betapa  tidak sempurnanya hati ini, betapa sesungguhnya ada apa-apa yang tidak dinampakkan oleh hati ini.
Yang terlihat hanyalah yang baik dan indah sementara yang buruk dan dan tak indah tidak pernah terlihat bahkan mungkin berusaha agar jangan sampai tersentuh.
Saat kesepian datang, hati selalu bilang aku baik-baik saja. Tidak akan pernah ada sepi semua tergantung pada kita. Karena masih banyak hal yang bisa dilakukan. Tetapi apakah benar cukup dengan demikian….? Jawabannya tidak, sebab orang yang sibuk tidak bisa diartikan bahwa dia bukanlah orang yang sedang kesepian.
Saat sakit merajai, hati selalu bilang tidak apa-apa. Keihklasan akan membawa kita pada kebahagiaan yang sesungguhnya. Memang benar itu, tetapi itu  tidak memberikan arti bahwa  hati kita tidak membutuhkan pengertian dan perhatian.
Saat marah dan kecewa, sebisa mungkin hati menciptakan ketenangan, otak bekerja keras untuk dapat berfikir positif dan bibir sebisa mungkin untuk tersenyum. Berlaku baik seolah tidak terjadi apa-apa yang menimbulkan rasa sakit di dalam hati.
Seperti itulah hati ini melalui hari-hari, tidak ingin sekali saja memandang sesuatu itu buruk, menyakitkan dan tidak indah. Seperti itulah hati ini menjalani hari-hari berusaha selalu merasa cukup atas kasih sayang dan perhatian yang ada.  Selalu mengandalkan senyuman dan kata tidak apa-apa, sebab memang itu adalah kekuatan terakhir, hidup ini sudah sangat sulit lalu apa jadinya jika otak, mata dan hati ini melihat dan menjalani hari-hari yang ada dengan satu dogma yaitu buruk/menyedihkan.
Pasti yang ada hanyalah penderitaan yang terus dan terus bertambah. Biarlah meskipun terkadang hati berbisik sepi, bosan dan tak sanggup lagi tetapi aku tidak akan berubah. Aku akan terus tersenyum menjalani hari agar semua terlihat indah dan berharap di akhir semua akan benar-benar menjadi indah.

Rabu, 21 Maret 2012

Dawai Hati


Diriku yang hilang
Semakin jauh kaki melangkah semakin aku tak mengenal siapa diriku
Terasa aneh ……. diriku sendiri seperti orang asing bagiku
Tak tau apa yang sebenarnya ku mau
Tak tau apa tujuan utama dari perjalananku
Air iblis mana yang telah mencuci otakku
Hingga aku tak bisa mengenali dan mengendalikan diriku
Jubah peri jahat mana yang  telah menutup diriku seluruhnya
Hingga aku tak lagi bisa melihat diriku seutuhnya
Aku…..aku sungguh rindu akan sosok diriku yang dulu
Slalu kokoh dan tenang bak bahtera kayangan yang  berkilau bagai berlian
Tak peduli sekeras apapun raksasa hutan mengoyak layarku
Aku tetap berlayar tenang menuju dermaga cintaku
Tak peduli seberapa dalam orang menusukkan pisaunya ke dalam hatiku
Aku tetap melangkah tenang menuju dermaga cintaku
Demi sekantung cinta yang tulus untuk orang-orang yang tinggal di hatiku.

Sahabat ku termakan oleh jarak dan waktu

Sepi…….
Gelap………
Hampa……..
Itulah saat ini yang tinggal di hatiku
Tak tahu kemana perginya sahabatku
Sahabat yang dulu slalu hadir disisiku,
Tak peduli susah atau senang
Tak peduli gelap atau terang
Mungkin karna kini kita tlah jauh
Jarak dan waktu telah menjadi tirai penghalang antara kamu dan aku
Yang tak pernah bisa aku tembus meski darah tlah menghujan
Jarak dan waktu telah menjadi mesin penghapus akan memorial indah antara kamu dan aku
Tapi…..
Tapi mengapa meskipun air mataku tlah kering, jarak dan waktu tak mampu menghapus semua itu dari hati dan ingatanku.
Hingga badai kian menggelapkan hatiku
Hingga tak adalagi yang bisa kurasa selain kesepian dan kehampaan


Cintailah Dengan Sewajarnya Maka Kamu Akan Merasakan Indah Dan Nikmatnya bercinta. Dan bila kamu Membenci Atau Tidak Menyukai Seseorang Maka Bencilah Dia Dengan Sewajarnya, Tetapi Sungguh Akan Jauh Lebih Indah Ketika Kamu Membuang rasa Benci Itu Dan Belajar Untuk Memaafkan Serta Menyayanginya.

Kadang yang jauh terasa begitu dekat.
Sementara yang dekat terasa begitu jauh.
Bahkan kita seperti orang asing baginya.
Hidup ini penuh dengan kejutan dan teka teki yang sulit atau bahkan tidak bisa untuk kita pecahkan.
Kita tidak pernah tahu siapa yang akan menemani kita, menyayangi, dan melindungi kita besok.
Karena sering orang yang hari ini menyayangi kita besok menjadi orang yang paling membenci kita. Dan sebaliknya orang yang hari ini membenci kita atau orang yang hari ini kita benci besok malah menjadi orang yang menyayangi kita.
Maka saat ini yang bisa kita lakukan adalah berusaha tetap baik dan ramah pada semua orang, mencintai dan menyayangi segala sesuatunya dengan wajar.
@.. Karena tentu akan sakit rasanya saat kita di tinggalkan sahabat kita, orang tua kita, pacar kita, pasangan hidup kita, dan orang-orang yang sangat special di hati kita. Entah itu karena maut atau karena sebuah penghianatan. Dan sebagian besar orang banyak menemui kesulitan untuk menerima kenyataan dan bangkit dari keterpurukan. Satu sebabnya karena kebanyakan orang menyayangi dan mencintai segala sesuatunya secara berlebihan.  Tapi ini bukan berarti cinta yang besar terhadap orang yang kita cintai adalah suatu kesalahan, hanya saja coba kendalikan nafsu cintamu agar kamu bisa mencintainya dengan sewajarnya. Melakukan apa yang terbaik baginya dan berusaha dengan sekuat tenaga meluruskan jalanya ketika salah. Tetap mendengar baik apapun pendapat orang tentangnya agar kamu bisa mengerti dia seutuhnya, agar kamu tidak salah mempercayainya dan yang pasti agar kamu tidak salah memberikan cinta yang besar dan tulus kepadanya. Dengan begitu akan lebih mudah untuk kamu menjalani cinta dengan siapapun, dengan begitu akan lebih mudah untuk kamu bangkit jika ternyata takdir tak merestui cintamu dengannya atau ketika takdir berkata bahwa waktumu untuk mencintai dan mendapatkan cinta dari orang yang kamu sayang telah usai. Ingat ketika kamu mulai tidak bisa mendengarkan orang lain, ketika kamu mulai tidak bisa mendengarkan apa kata hatimu dan yang ada dalam otakmu hanya segalanya tentang dia maka saat itulah kamu harus segera bangun karena kamu terlalu mencintainya, cintamu sangat berlebih untuknya hingga mata dan hatimu menjadi buta.
Maka saat ini yang bisa kita lakukan adalah tetap menjadi diri sendiri untuk menuju pribadi yang baik tanpa harus melukai orang lain, kalaulah ada orang yang tidak kita sukai atau kita benci maka bencilah dia dengan sewjarnya. Jangan pernah menambahkan rasa benci itu, tapi akan lebih baik jika kita membunuh rasa benci itu
@..karena akan timbul rasa malu dan perasaan aneh lainnya jika ternyata orang yang mendampingi kita, orang yang menyayangi kita adalah orang yang pernah kita benci sangat kita benci. Bahkan saking bencinya kata-kata buruk sering terlontar dari lidah yang tidak bertulang ini untuknya. Tidak cukup sampai disitu saja kalau ternyata takdir menuliskan bahwa orang yang akan mendampingi kita, bahwa orang yang akan selalu menyayangi kita adalah orang yang dulu pernah kita benci maka pastilah cercaan, hinaan menjilat ludah sendiri dengan semangat mengujani kita. Tidak diantara kita tidak ada yang mau mengalami hal itu bukan.
Jadi sekali lagi, Cintailah dengan sewajarnya maka kamu akan bisa merasakan indah dan nikmatnya bercinta. Dan bila kamu membenci atau tidak menyukai seseorang maka benci lah dia dengan sewajarnya tetapi sungguh akan jauh lebih indah ketika kamu membuang rasa benci itu dan belajar untuk memaafkan serta menyayanginya.